Kumpulan Puisiku
Aku dan Hujan
Langit pun menangis dalam keheningan malam..
bak dentingan gelas-gelas kaca yang disimfonikan ..
membawa jauh lamunan..
bersama angin yang semilir lembut,
menyentuh relung, merasuk ke dalam kalbu..
dan tetes-tetes bening menyejukkan ..
begitu dingin...
menyerap ke dalam lubuk hati
ketika ia rapuh..
tak membayang pada cermin di hadapan
selepas air hujan itu menitikkan
Aku dan hujan..
Indralaya, 19 September 2013
bak dentingan gelas-gelas kaca yang disimfonikan ..
membawa jauh lamunan..
bersama angin yang semilir lembut,
menyentuh relung, merasuk ke dalam kalbu..
dan tetes-tetes bening menyejukkan ..
begitu dingin...
menyerap ke dalam lubuk hati
ketika ia rapuh..
tak membayang pada cermin di hadapan
selepas air hujan itu menitikkan
Aku dan hujan..
Indralaya, 19 September 2013
Asa dan Senja
Semburat awan jingga di senja nan indah
Seolah mengusik hati
Menggoda jari – jemariku
Senja, inginku bercerita
Tentang rasa, cita dan asa
Oh, di luar sadarku
Hipotalamusku aktif bekerja
Flashback merekam jejak masa lalu
Dulu, dalam ingatan yang abu-abu
Kita berjanji akan melukis pelangi
Di bawah langit senja
Di padang harapan
Duhai, masih ingatkah?
Diary biru berdebu
Yang kini jadi saksi bisu
Batinku meronta
Aih, betapa hidup ini memang seperti roda yang berputar
Kadang di atas, kadang di bawah
Kini, kita berada di sumbu rotasi yang sama
Duhai, jalan yang kita tempuh boleh berbeda
Tapi, bukankah Tuhan kita sama?
Karena-Nya hanya satu tempat bermuara
Yakni di peraduan yang sama
Pada-Nya
Komentar
Posting Komentar