Pahlawan Sesungguhnya
Katanya...
Orang-orang besar rata-rata lahir dari keluarga sederhana. Tempaan kerja keras membuat perjuangan hidupnya lebih bergelora. Rintangan membuat hidupnya lebih bermakna. Mereka tumbuh dari proses yang tidak mudah. Penuh gejolak dan tantangan. Namun, itulah yang semakin mendewasakannya. Perjalanan hidupnya membuat ia berbeda dari kebanyakan yang membentuknya memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan mempesona.
Orang-orang besar rata-rata lahir dari keluarga sederhana. Tempaan kerja keras membuat perjuangan hidupnya lebih bergelora. Rintangan membuat hidupnya lebih bermakna. Mereka tumbuh dari proses yang tidak mudah. Penuh gejolak dan tantangan. Namun, itulah yang semakin mendewasakannya. Perjalanan hidupnya membuat ia berbeda dari kebanyakan yang membentuknya memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan mempesona.
===================================
Bagiku mereka adalah pahlawan-pahlawan inspiratifku.
Pahlawan cilik yang sedang berperang melawan kebodohan. Pahlawan cilik yang
sedang berjuang memutus rantai kemiskinan dan belenggu keterbatasan. Dari
mereka, saya belajar menghargai sebuah “kesempatan”. Kesempatan untuk mengenyam
bangku pendidikan. Kesempatan untuk mereguk manisnya ilmu pengetahuan.
Kesempatan untuk sekadar menyemai harapan dan impian.
===================================
Madrasah Ibtidaiyah Jabal Noer, sebuah sekolah yang berada
di pedalaman Banyuasin tepatnya di Desa Menang Musi, Kecamatan Rantau Bayur,
Kabupaten Banyuasin. Sekolah ini dapat ditempuh sekitar 2 jam dari kota
Palembang. Butuh perjuangan ekstra untuk sampai ke tempat ini. Melewati jalan
tanah merah dikelilingi perkebunan kelapa sawit yang luas. Jika turun hujan,
akses ke tempat ini akan lebih sulit karena jalan menjadi licin dan berlumpur.
Mungkin banyak yang tak percaya, jika ada sebuah madrasah peradaban di tempat
ini. Madrasah yang jauh dari hiruk-pikuk keramaian kota. Sebuah madrasah yang
teramat sederhana dan serba terbatas akses bahkan fasilitas.
Jangan tanya apakah ada bangku dan meja yang memadai di
madrasah ini. Apalagi bertanya mengenai pembelajaran berbasis ICT seperti
sekolah-sekolah top di perkotaan. Jangankan akses internet, akses listrik pun
belum tersalurkan di tempat ini.
Lalu, bagaimana dengan tempat mereka belajar? Sungguh sangat
memprihatinkan, kawan!
Di kelas berlantaikan bumi, mereka tak surut semangat
mengukir mimpi. Dari jendela tanpa kaca, mereka belajar melihat dunia.
Saya dan siswa Madrasah Ibtidaiyah Jabal Noer Banyuasin
Dear, kawan..
Menurutmu apa definisi pahlawan yang sesungguhnya? Apakah pahlawan hanya terbatas pada mereka yang berjuang melawan penjajah? Ataukah mereka yang berhasil menyelamatkan dunia dari kehancuran, seperti film-film heroik yang sering kita saksikan?
Ah bagiku, setiap orang bisa menjadi pahlawan bagi dirinya. Minimal menjadi pahlawan untuk membebaskan dirinya dari belenggu kebodohan, kemiskinan dan keterbatasan. Saya yakin, meskipun terlahir dari keluarga sederhana, saya merdeka untuk menggapai asa dan cita. Dengan semangat dan kerja keras, mari kita lawan segala keterbatasan yang mendera.
Kamu adalah pahlawan bagi dirimu sendiri. Karena merdeka bukan lagi tentang kisah heroik angkat senjata melawan penjajah. Tetapi, merdeka yang sesungguhnya adalah ketika kamu mampu melawan segala macam bentuk kebodohan, pembodohan, kemelaratan dan bentuk penjajahan modern lainnya.
Semoga Allah memberikan kesempatan yang sama untuk adik-adik ini. Kesempatan mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Karena pendidikanlah senjata paling ampuh membebaskan diri dari belenggu kemelaratan. Doaku untukmu selalu, Dik. Tetaplah ceria dan pantang menyerah dalam berbagai kondisi dan rintangan.
Mampukan kami ya Allah agar bisa berbuat lebih banyak untuk sekitar.
Semoga kita semua senantiasa menjadi anak muda yang lebih banyak berbuat daripada berbicara.
lebih banyak melayani daripada dilayani,
lebih banyak memberi daripada meminta,
lebih banyak menawarkan solusi, bukan hanya mengkritik tanpa realisasi.
Selamat hari pahlawan!
In Frame:
Dokumentasi kegiatan Education Project bersama International Youth Oppurtinities in International Networking
Semoga Allah memberikan kesempatan yang sama untuk adik-adik ini. Kesempatan mendapatkan pendidikan hingga ke jenjang tertinggi. Karena pendidikanlah senjata paling ampuh membebaskan diri dari belenggu kemelaratan. Doaku untukmu selalu, Dik. Tetaplah ceria dan pantang menyerah dalam berbagai kondisi dan rintangan.
Mampukan kami ya Allah agar bisa berbuat lebih banyak untuk sekitar.
Semoga kita semua senantiasa menjadi anak muda yang lebih banyak berbuat daripada berbicara.
lebih banyak melayani daripada dilayani,
lebih banyak memberi daripada meminta,
lebih banyak menawarkan solusi, bukan hanya mengkritik tanpa realisasi.
Selamat hari pahlawan!
In Frame:
Dokumentasi kegiatan Education Project bersama International Youth Oppurtinities in International Networking


Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusWah.... inspiratif sekali...
BalasHapus