Seni Berbicara
"Public speaking is the art of diluting a two-minute idea with a two-hour vocabulary." (John F Kennedy)
Benar adanya bahwa menjadi "public speaker" bukanlah suatu hal yang mudah. Bahkan bagi mereka yang sudah melewati jam terbang yang padat sekalipun.
Perkara berbicara di depan publik, bukan hanya tentang apa yang ingin kita sampaikan, tetapi juga tentang bagaimana cara kita menyampaikan. Apakah bisa diterima dengan baik oleh audience? Sudahkah kita menggunakan bahasa yang baik dan enak didengar?
Dulu, ketika diminta menjadi narasumber atau pembicara selalu berpikir dua kali untuk menerima tawaran. Perlu waktu untuk meyakinkan diri sendiri. Untungnya saat itu ada sensei yg meyakinkan diri saya.
Masih terngiang kalimat sensei ketika tawaran menjadi narsum datang.
"Pilihanmu hanya dua: Take it or leave it. Tetapi ingatlah bahwa hanya pecundang yang menyerah sebelum mencoba. Ini kesempatan baik untuk belajar, tidak ada salahnya dicoba."
"Pilihanmu hanya dua: Take it or leave it. Tetapi ingatlah bahwa hanya pecundang yang menyerah sebelum mencoba. Ini kesempatan baik untuk belajar, tidak ada salahnya dicoba."
Aku termenung beberapa saat mencerna omongan sensei. Menimbang segala potensi dan konsekuensinya. "
"Bismillah, okay i will take it." Kalo malu-malu dan takut mencoba, ya kapan bisanya ucapku dalam hati.
"I think, all the great speakers were bad speakers at the first. so, you just need to learn from the experience."
Kuncinya yaitu berani mencoba, percaya diri dan mau belajar :)
Mengutip kalimat Brian Tracey :"Communication is a skill that you can learn. If you are willing to work at it, you can rapidly improve the quality of every part of your life."
Sampai detik ini, banyak hal yang ingin saya pelajari tentang bagaimana menjadi pembicara yang baik. Ada yang bilang, semua bergantung jam terbang. Ah nyatanya, tidak juga! Semua orang mungkin bisa jadi pembicara, tetapi tidak semua orang dapat menjadi pembicara yang baik dan dapat menguasai massa.
Buat kamu yang berkesempatan didaulat menjadi pembicara, jangan takut dan sia-siakan kesempatan. Beranilah mencoba, tetapi jangan lupa untuk terus belajar :) Ala bisa karena terbiasa.
In frame:
Dokumentasi Latihan Kepemimpinan Manajerial Mahasiswa Fakultas Kedokteran Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sriwijaya
Held by BEM KM PSIK UNSRI


Komentar
Posting Komentar