Muhasabah Ramadhan #Day4

"Selama masih di dunia, ya kita nggak bisa melarikan diri dari masalah atau persoalan hidup. Bisanya itu cuma kasih jeda istirahat, terus ya maju lagi. Dihadapi, bukan dihindari." Itu petuah orang tua yg selalu saya ingat ketika saya hampir menyerah karena sesuatu hal.
.
.
Akhir-akhir ini saya dipertemukan Allah dengan orang-orang yang mengingatkan kembali bahwa saya tidak sendirian dalam ikhtiar menjadi lebih baik.
.
.
Percaya ga? Mereka yang terlihat "baik-baik saja" di media sosial, atau bahkan ketika bertemu terlihat baik-baik saja dan masih bisa tersenyum, ternyata memiliki ujian hidup yang lebih pelik dari kita? Ujian dari berbagai jenis, entah terkait urusan pekerjaan, pertemanan ataupun keluarga.
.
Dari situ saya sadar bahwa kemampuan membandingkan adalah sebuah anugerah ya, jika digunakan untuk mengingat-Nya. Salah satu anjuran Rasulullah S.A.W yang saya ingat adalah untuk melihat ke keadaan orang yang berada lebih "di bawah" dalam hal dunia.
.
"Mungkin pandemi ini adalah salah 1 cara Allah menegur kita agar kita lebih menghargai nikmat silaturahmi yang mungkin selama ini sering terlupakan", kata seorang sahabat.
.
Ahiya benar juga, bisa jadi selama ini dengan kesibukan kerja, belajar dan lain-lain, kita sampai terlupa untuk sekadar menyapa, menanyakan kabar keluarga, saudara, sahabat karena larut dalam rutinitas yang menguras pikiran dan fokus. See, mungkin sebelum pandemi ada yang jarang berkabar dengan keluarga dan sahabat jauh, sekarang intensitas berkomunikasi bisa jadi lebih sering. Skype, zoom, Whatsapp dan lain-lain laris manis jadi media penyambung silaturahmi. Menakjubkan  bukan? Yang dekat jadi semakin erat, yang jauh jadi terasa semakin dekat!
.
Selalu haru dan tidak bisa tidak meneteskan air mata ketika melihat perjuangan para dokter, tenaga medis dan para pahlawan covid-19 yang harus terpisah dari keluarga sementara waktu karena pandemi ini.
.
Alhamdulillah, jika dibandingkan kita harus banyak bersyukur masih bisa merasakan nikmat berkumpul dan bercengkerama dengan keluarga, sahabat dan orang-orang terkasih. Karena, di luar sana mungkin banyak yg belum bisa merasakan nikmat yang satu ini🙂
.
Seorang guru pernah berkata, ujian dan cobaan membawa manusia pada dua hal: mengeluh atau bersyukur. Reminder banget.
.
.
"Allah sayang banget sama kita, Hes. Justru yang hidupnya adem ayem padahal maksiat terus harusnya bertanya--apakah Tuhan-nya sudah tak sayang lagi (pada dirinya)?" ujar seorang teman lagi.
.
Lagi-lagi tentang menegur diri sendiri, dan lagi-lagi tentang "tidak melarikan diri". Hadapi saja. Allah bersama kita.

#hesihnotes
#kontemplasi
#hesihjurnal
#1441H
#ramadhankareem
#stayathome

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Microsoft Excel

Part 2 - Memaknai Arti Mengabdi

Sistem Komputer