Lampu Merah
Saya rasa setiap kita, tak ada yang tak pernah menemui lampu merah di jalan. Hal yang selama ini saya perhatikan adalah tanpa sadar kita telah membantu menyebarkan kepada sesama tentang pelanggaran yang telah menjadi kebenaran. Setiap kita bertemu lampu merah, hal itu terulang kembali. Hal yang kecil menurut kita, namun tetap akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Bukankah hanya secuil Zarrah pun akan dihisab kelak? Di banyak kesempatan mengisi mentoring, mungkin sebagian kita seringkali menjelaskan kepada mentee tentang ghazwul fikri, bagaimana hal itu bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita. Lihatlah sekitar, betapa definisi kebenaran itu telah bergeser. Dewasa ini, kita seringkali menganggap kebenaran adalah sesuatu yang lumrah dilakukan. Hal yang salah, namun jika dilakukan terus- menerus dan terbiasa, apalagi ‘berjamaah’, maka otomatis, itulah sebuah kebenaran. Saya tidak berbicara tentang pelanggaran lampu merah yang memang jelas-jelas masih satu menit lagi...