Tips Memilih Pemimpin Ideal Ala Milenial dan Gen Z

Tak terasa sebentar lagi pesta demokrasi terbesar di negeri ini akan kembali digelar. Euforia dan atmosfer politis makin terasa. Perbincangan tentang pemimpin ideal harapan bangsa menjadi semakin gencar dilakukan. Tidak hanya di forum resmi, tapi di warung makan, kedai kopi, kantor dan tidak terkecuali di sosial media. Keriuhan pembahasan tentang pemimpin ideal harapan rakyat baik dunia maya dan nyata mulai terasa. Para petarung politik pelan-pelan sudah mulai menunjukkan eksistensinya. Tidak hanya eksistensi, tapi juga mulai berebut simpati. Hal yang lumrah terjadi saat menjelang pesta demokrasi seperti saat ini. Padahal di hari-hari biasa, rakyat kecil menjerit mencari-cari di mana para wakil rakyatnya berada? Mana penunaian janji-janji politik mereka ketika masa kampanye? Kepada siapa rakyat harus mempercayakan nasibnya? Ah ya, mungkin tak baik juga selalu mengutuki keadaan. Lebih baik memanjatkan doa dan harap terbaik untuk keberlangsungsan demokrasi di negeri ini. Harapku dan kita semua tentunya, konstelasi politik hari-hari ini akan semakin dewasa.

Sebagai negara yang menyemat gelar negara demokrasi kurang lebih dua dekade, negara ini harusnya sudah belajar banyak hal. Dua dekade adalah waktu yang cukup panjang untuk belajar dan berbenah. Pengalaman dua dekade menjalankan praktek demokrasi harusnya mampu membawa bangsa ini pada pendewasaan diri dalam bernegara. Jangan sampai kita terjatuh di kubangan yang sama di masa lalu. Seyogyanya, pengalaman berdemokrasi dua dekade ini mampu mengarahkan kita memilih para pemimpin dengan lebih bijaksana .

Ironinya, semakin mendekati 2024, politik makin terlihat seperti sinetron untuk ditonton tetapi tak berisi. Kita tentunya sudah lelah dengan pesta demokrasi yang disuguhi debat para calon pemimpin yang kosong, nihil isi. Melihat kondisi hari ini, sewajarnya kita merasa begah dengan drama-drama konstelasi politik yang disuguhkan. Tahun 2024, kita menanti debat para calon pemimpin yang berbeda dari sebelumnya. Tidak sekadar template, kaku dan membosankan. Kita semua berharap, debat para calon pemimpin di pemilu 2024 benar-benar adu gagasan dan fokus pada substansi.

Selain itu, sebagai milenial dan generasi Z yang jumlahnya mendominasi sebagai pemilih di pemilu nanti, kita wajib cerdas dan cermat dalam memilih calon pemimpin. Sebagai anak muda yang terpelajar dan terdidik, kita wajib paham dan melek politik. Tidak hanya jadi penggembira, peramai dan pendulang suara. Setidaknya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memilih calon pemimpin Indonesia di masa yang akan datang, antara lain:
  1. Sebagai pemilih muda, kita harus menyadari betul pentingnya menjadi pemilih. Sekecewa apa pun kita terhadap praktek demokrasi di negeri ini, jangan sampai golput menjadi jalan ninja yang dipilih.
  2. Kemudian, pertimbangkan aspek integritas dan kapabilitas calon pemimpin. Jangan ikut-ikutan, tapi kenali lebih dalam sepak terjang para calon pemimpin yang sedang bertarung.
  3. Ingat, pilihan kita menentukan kesejahteraan masa depan pembangunan bangsa. Satu suara kita menentukan arah bangsa lima tahun ke depan. Ingatlah bahwa satu suaramu sangat berarti.
  4. Telusuri rekam jejak, visi misi, dan program kerjanya. Di era sosial media, sangat mudah mencari rekam jejak para calon pemimpin. Kita hanya perlu kritis mendalami visi misi dan program kerja yang ditawarkan. Pastikan kita mendapat informasi dari sumber yang terpercaya.
  5. Tidak mudah terpengaruh hoaks kampanye. Ini penting sekali. Karena derasnya arus informasi, menuntut kita pandai memfilter mana yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi. Bijaklah sebelum membagikan informasi.
  6. Pilihlah calon pemimpin yang memiliki program kerja yang terukur, bukan sekadar program kerja untuk menarik simpati publik. Kita harus paham mana program kerja yang terukur atau hanya sekadar janji-janji manis. Bila perlu gunakan kaidah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Timely) untuk mengukur program kerja yang ditawarkan. Be smart and be mindful adalah keharusan.
  7. Pilih calon yang tahu persis permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dan menawarkan sebuah solusi untuk mengatasinya. Jangan terbujuk dengan janji-janji manis apalagi tergiur dengan iming-iming uang. Jauhi pemimpin yang menggunakan politik uang. Tidak ada harapan negara akan lebih baik, jika dimulai dengan cara yang tidak baik.
    Menjadi pemilih muda yang cerdas dan cermat adalah sebuah keharusan. Karena, kemana arah bangsa ini akan dibawa, bermula dari kebijaksanaan kita dalam memilih. Dan pesan kami anak muda kepada para pemimpin, bertarunglah dengan seelegan-elegannya. Kami tak butuh janji-janji kosong, namun kami menunggu debat para pemimpin yang disuguhi gagasan berisi untuk perbaikan negeri. Karena hanya pemimpin dengan gagasan berisilah yang mampu meraih simpati kami.

#30DWCJilid41 #Day29

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Microsoft Excel

Part 2 - Memaknai Arti Mengabdi

Sistem Komputer