Hikmah Perjalanan ke Negeri Tirai Bambu
24 Juli 2016 adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah Cina. Jujur, menginjakkan kaki di bumi Allah yang satu ini merupakan salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupku. Pengalaman yang membawaku pada perjalanan pengembaraan hidup lainnya. Bisa dikatakan, menginjakkan kaki di tanah Cina telah membuka cakrawala berpikirku untuk dapat menjelajah dan melihat dunia secara lebih luas. Sebagai anak desa yang berkuliah dan bertahan hidup di perantauan dengan mengandalkan beasiswa, bisa berkunjung ke negeri orang adalah sebuah pengalaman dan perjalanan yang luar biasa. Boro-boro bermimpi bisa pelesiran keluar negeri. Bisa menginjakkan kaki ke luar pulau Sumatera saja saat itu adalah sebuah pencapaian dan kemewahan.
Jujur, negeri tirai bambu telah berhasil mematri tekad dan keinginanku untuk melangkah lebih jauh. Perjalanan ke negeri tirai bambu tidak hanya memberikan pengalaman intelektual, tetapi juga spiritual. Siapa sangka negeri Cina yang konon katanya tertutup dan terisolir, ternyata bisa sangat maju dan terdepan peradabannya. Banyak paradoks yang ku temui di sana. Sungguh. Pengalaman mengeksplorasi negeri Cina membuatku memecahkan banyak misteri yang selama ini tersebar ke penjuru bumi. Negeri dengan penduduk terpadat di bumi ini ternyata kotanya tertata dengan rapi. Transportasi publik pun sudah terintegrasi satu sama lain.
Lalu, aku pun berkaca pada diriku sendiri. Manusia minoritas ditengah kaum mayoritas. Berbaur dengan manusia bermata sipit dan kulit putih dengan kepercayaan yang bahkan tidak meyakini adanya Tuhan. Ya, tak pernah terbayang olehku, seorang muslimah sepertiku bisa menginjakkan kaki di tanah para komunis ini. Seorang muslimah, di sebuah negara yang menolak ide tentang agama. Lalu siapa sangka di negeri ini, berdiri tegak rumah-Nya. Masjid tua nan eksotik yang berdiri tegak di sudut kota Hangzhou. Diapit gedung-gedung pencakar langit yang menjual beragam produk kapitalis, seperti pizza hut, KFC, & McD, di tengah sebuah kultur yang mengimani ajaran Karl Marx sebagai identitasnya. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang luar biasa.
Kemajuan negeri tirai bambu sungguh tidak bisa diremehkan. Bahkan dari berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi, transportasi dan infrastrukturnya. Ah padahal, dahulu kala leluhur Tiongkok adalah manusia yang membakar habis kitab-kitab di Baghdad dan membumi hanguskannya tanpa sisa. Sebuah kenyataan masa kini yang sangat kontradiktif dengan sejarah masa lalu yang ditorehkan oleh nenek moyangnya. Aku baru menyadari makna dari sebuah hadits yang sering kita dengar sejak kecil: ‘’Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina.”
Hadist ini hadir bukan tanpa sebab. Dari tanah Cina kita belajar banyak hal, salah satunya adalah menyadari betapa sempitnya pengetahuan kita. Bumi Allah yang luas ini sungguh menyimpan banyak rahasia yang mungkin hanya bisa kita pecahkan dengan cara menjelajahinya. Maka dari itu kawan, menjelajahlah selagi kau bisa! Karena, perjalananmu menjelajahi bumi Allah yang lain akan membawamu pada perjalanan spiritual yang akan membuatmu semakin yakin akan kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta.
#30DWCJilid41
#Day23
Komentar
Posting Komentar