Meyakini Janji Allah
Beberapa hari yang lalu, saya sempat deep talk dengan seorang sahabat membicarakan tentang menjaga keyakinan atas janji Allah. Jujur, membicarakan topik ini membuat saya menjadi sedih dan haru di waktu bersamaan. Tak dipungkiri, di saat saya sedang merasa lelah, sendiri, dan terpuruk, seringkali saya termenung memikirkan lika-liku perjalanan hidup saya yang tak mudah ini. Tak ayal saat kesedihan mendera, saya lebih mudah mengeluh dan membandingkan diri dengan orang lain. Membandingkan diri dengan banyak hal. Karier, pekerjaan, pendidikan, romansa, keluarga, materi dan sebagainya. Tak jarang timbul rasa iri melihat pencapaian dan kehidupan orang lain yang sepertinya penuh dengan kebahagiaan dan kesuksesan.
"Kok enak ya jadi dia? Masih muda, punya karier dan pekerjaan bagus, hidup berkecukupan, dan memiliki pasangan yang setia." Ucapku pada seorang sahabat.
"Yang tampak di penglihatan mata kita, belum tentu seideal yang kita pikirkan, Hes. Percayalah bahwa setiap orang sedang bergumul dengan masalahnya masing-masing. Hanya saja jenis dan level masalahnya yang berbeda. Bisa jadi orang-orang di luar sana melihat kita hidupnya serba enak. Padahal, kita juga sedang bergumul dengan masalah kita yang juga tak mudah. Memang tidak mudah meyakini bahwa hidup ini bukan tentang siapa yang sukses duluan. Meyakini janji Allah di sisa-sisa kesabaran yang kita miliki setelah melewati onak duri kehidupan adalah sebuah perjuangan yang insyaallah akan bernilai ibadah, Hes. Berdoalah agar Allah selalu menjaga kesabaran kita untuk selalu yakin atas janji-janjiNya. Semoga kita semua menjadi seorang hamba yang tidak akan berpaling dari rahmat Allah." Ucap seorang sahabat. Aku tertegun dan tak terasa bulir hangat di mataku pun jatuh mendengarnya. Aku beristigfar berkali-kali karena sempat menyangsikan janji Allah. Padahal janji Allah itu pasti. Sesuai dengan firman Allah dalam surah Ar-Ruum ayat 6 yang berbunyi:
"Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Tetapi kebanyakan manusia mereka tidak mengetahuinya."
Ujian dan cobaan hidup yang kita lewati saat ini adalah cara Allah membuat kita semakin kuat. Atas apa yang ditimpakan Allah kepada hambaNya, karena Dia Maha Mengetahui bahwa hamba-Nya mampu melewatinya. Kita hanya perlu menguatkan kembali keyakinan kita. Keyakinan akan janji-Nya, keyakinan bahwa setelah kesulitan ada kemudahan, dan keyakinan bahwa Allah telah menyiapkan kejutan terbaik atas buah dari kesabaran kita dalam menghadapi ujian kehidupan. Semoga kita menjadi hamba yang tak akan pernah berpaling dari Rahmat Allah. Aaamiin YRA.
Komentar
Posting Komentar