Menjemput Peran Terbaik
Tulisan ini didedikasikan untuk teman-teman yang request dibuatkan resume materi talkshow bertema "Muslimah Aktif, Produktif dan Inspiratif" yang diselenggarakan oleh Tanri Abeng University. Sungguh, saking keren dan berbobotnya materi yang disampaikan oleh narasumber, yakni Teh Qoonit (Farah Qoonita) saya sampai bingung akan memulai darimana tulisan ini. Ahiya! First, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan talkshow ini, seakan menjawab kegalauan hati saya selama beberapa bulan belakangan. Allah memang Maha Baik. Tak ingin saya galau berlarut-larut terkait pilihan dan langkah hidup yang saya ambil, segera Allah beri petunjuk berupa jawaban akan segala kegundahan melalui perantara orang-orang baik ini. So sweet banget yaa.. Kadang suka speechless dengan cara Allah berkomunikasi pada hamba-Nya. Romantis sekali!
Di usia 20-30 tahun, merasa gamang ataupun kurang yakin akan pilihan hidup yang diambil adalah hal yang wajar dihadapi banyak orang. Namun, akan menjadi hal yang tidak baik bahkan membuat kita cenderung tidak produktif jika dibiarkan berlarut-larut. Sama halnya yang terjadi pada diri saya selama beberapa tahun ini. Jujur, manusia yang paling tidak bisa saya tentang keinginannya dalam hidup saya adalah orang tua. Meskipun saya termasuk individu yang cenderung logis dalam mengambil keputusan, hal ini tidak berlaku jika sudah berurusan dengan keinginan orang tua. Entah mengapa logika seolah mati.
Tahun 2019 merupakan salah satu tahun bersejarah dalam hidup saya, terutama dalam karir. Menjadi seorang abdi negara, sejujurnya belum menjadi dream list saya di tahun 2019. Keinginan kuat menjadi seorang akademisi dan peneliti membulatkan tekad saya untuk kembali melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Tak tanggung-tanggung, saya bertekad untuk berkuliah ke luar negeri. UK adalah negara yang saya tuju untuk melanjutkan pendidikan S2. Pertimbangan ingin melanjutkan pendidikan magister ke luar negeri bukan tanpa alasan. Hal ini telah melalui kontemplasi saya selama bertahun-tahun, bahkan sebelum saya lulus kuliah S1. Untuk mewujudkan mimpi tersebut, saya pun bersungguh-sungguh mempersiapkan segala sesuatunya, salah satunya memutuskan hijrah ke Jakarta (part ini insyaallah akan saya tuliskan pada sesi khusus karena akan jadi panjang kalau diceritakan hehee..) Keputusan mendaftar menjadi PNS di usia 24 tahun merupakan salah satu keputusan terberat yang menjadi turning point hidup saya. Meskipun begitu, alhamdulillah saya tidak akan pernah menyesalinya. Karena saya yakin inilah jalan hidup pilihan-Nya. Melalui jalan ini, Allah ingin saya memberikan kontribusi terbaik yang bisa saya lakukan sebagai seorang khalifah di muka bumi melalui profesi saya sebagai seorang birokrat muda. Menginvestasikan diri untuk agama, bangsa dan negara. Melakoni peran terbaik menurut ketentuan-Nya. Mohon doanya agar saya menjadi abdi negara yang amanah.
Well, back to topic. Jika teman-teman mengalami gejala berikut: rasa malas akut, demotivasi, kehilangan kemudi tujuan hidup, dan sekutunya. Selamat! Anda sudah tepat membaca resep berikut. Semoga bisa membantu teman-teman untuk kembali bangkit dan bersemangat. Baiklah, sesuai dengan subtopik yang disampaikan oleh Teh Qoonit, saya memberi judul tulisan ini "Menjemput Peran Terbaik". Mengapa? Mungkin saat ini banyak di antara kita yang masih bingung ingin atau harus menjadi apa? Atau masih bingung menentukan arah dan tujuan hidup. Gejala-gejala yang biasa dialami oleh anak muda pada fase "First Quarter Life Crisis". Well, dalam membuka materinya Teh Qoonit melempar pertanyaan kepada audience: Mengapa dahulu Rasulullah tidak memilih berinvestasi dengan emas? Padahal digadang-gadang, emas tak akan turun nilainya. Atau, pernahkah kita berpikir mengapa Rasulullah tidak menginvestasikan harta benda yang dipunya agar kekayaannya semakin bertambah? Malah sebaliknya, beliau menginfakkan hartanya di jalan dakwah. Sampai pada waktunya, harta benda beliau bersama Khadijah istrinya habis untuk berdakwah menyerukan Agama Allah. Rasulullah tak memilih berinvestasi dengan emas, namun lebih memilih berinvestasi pada manusia. Yups, benar. Berinvestasi pada manusia! Memperbaiki akhlak manusia dan sampai pada akhir hayatnya terus menyerukan agama Allah adalah jalan investasi yang ditempuhya.
Well, back to topic. Jika teman-teman mengalami gejala berikut: rasa malas akut, demotivasi, kehilangan kemudi tujuan hidup, dan sekutunya. Selamat! Anda sudah tepat membaca resep berikut. Semoga bisa membantu teman-teman untuk kembali bangkit dan bersemangat. Baiklah, sesuai dengan subtopik yang disampaikan oleh Teh Qoonit, saya memberi judul tulisan ini "Menjemput Peran Terbaik". Mengapa? Mungkin saat ini banyak di antara kita yang masih bingung ingin atau harus menjadi apa? Atau masih bingung menentukan arah dan tujuan hidup. Gejala-gejala yang biasa dialami oleh anak muda pada fase "First Quarter Life Crisis". Well, dalam membuka materinya Teh Qoonit melempar pertanyaan kepada audience: Mengapa dahulu Rasulullah tidak memilih berinvestasi dengan emas? Padahal digadang-gadang, emas tak akan turun nilainya. Atau, pernahkah kita berpikir mengapa Rasulullah tidak menginvestasikan harta benda yang dipunya agar kekayaannya semakin bertambah? Malah sebaliknya, beliau menginfakkan hartanya di jalan dakwah. Sampai pada waktunya, harta benda beliau bersama Khadijah istrinya habis untuk berdakwah menyerukan Agama Allah. Rasulullah tak memilih berinvestasi dengan emas, namun lebih memilih berinvestasi pada manusia. Yups, benar. Berinvestasi pada manusia! Memperbaiki akhlak manusia dan sampai pada akhir hayatnya terus menyerukan agama Allah adalah jalan investasi yang ditempuhya.
Pernah ga sih teman-teman berpikir bahwa berinvestasi pada manusia termasuk diri sendiri adalah bentuk investasi terbaik? Mari kita ingat kembali tujuan Allah menciptakan manusia! Yang pertama adalah untuk beribadah. Kedua, menjadi khalifah di muka bumi. Itu artinya, Allah ingin kita menginvestasikan diri kita melalui peran terbaik yang bisa kita upayakan.
Nah, berikut ini 7 resep menjemput peran terbaik versi teh Qoonit. Namun, mohon maaf, karena keterbatasan daya tampung ingatan saya. Rangkuman ini saya kembangkan berdasarkan pemahaman saya dari talkshow yang saya ikuti. Jadi mungkin, ada penyampaian yang tidak sama persis atau ada sedikit improvisasi dari saya pribadi. hehehe... Insyaallah. Silakan diambil yang baiknya saja :)
- Pure Heart (Hati yang bersih). Hati merupakan faktor penting yang mempengaruhi kita menjemput peran terbaik. Bagaimana kita memanajemen hati agar tetap bersih, jauh dari sifat iri, dengki dan maksiat akan menjadi kunci kesuksesan kita menjemput peran terbaik tersebut. Hati yang tenang dan damai hanya dapat diperoleh dari kebersihan hati, salah satunya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah melalui amalan ibadah harian yang kita lakukan. Masalah anak muda hari ini sebagian besar ada di hatinya. Rasa iri dan dengki terhadap kesuksesan orang lain akan membuat kita sulit mencapai potensi terbaik yang dapat mengantarkan kita pada peran terbaik kita. Satu hal yang perlu kita yakini bahwa setiap orang memiliki path masing-masing dalam menempuh kesuksesan hidup. Antara manusia yang satu tak mungkin sama, karena tiap orang memiliki keunikan masing-masing. Jadi, tidak perlu menjadi orang lain untuk meraih sukses. Be your self and be the best version of you!
- Disiplin. Kita semua bersepakat bahwa disiplin merupakan kunci sukses hidup. Namun, seperti yang kita tahu bahwa disiplin salah satu hal yang sulit dilakukan. Sering kali kita lemah pada diri sendiri dalam hal disiplin ini. Sikap 'excuse' sering jadi penghambat kita untuk bertumbuh. Nah, bagi yang ingin menjemput peran terbaik. Yuk, sama-sama belajar menerapkan sikap disiplin bagi diri sendiri.
- Tetapkan tujuan. Segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini harus diawali dengan pertanyaan "Why"'?. Yups, find your why menjadi bagian terpenting untuk menetapkan tujuan yang besar dan dalam jangka yang panjang. Tujuan adalah peta jalan bagi kita agar bisa memilah mana yang penting dan tidak penting dalam hidup. Menentukan tujuan akan membuat hidup kita menjadi lebih terarah. So, sudahkah kamu menemukan tujuan hidupmu?
- Libatkan Allah dalam setiap keputusan hidup yang kita buat. Melibatkan Allah dalam memutuskan segala hal dalam hidup akan membuat hati kita tentram. Jika kita dihadapkan antara dua pilihan, maka mendekatlah kepada Allah melalui amalan harian terbaik. Mintalah petunjuk kepada Sang Maha Pemberi Petunjuk agar segala keputusan yang kita ambil tidak membuat kita menyesal di kemudian hari.
- Konsisten dan persisten. Segala sesuatu yang dilakukan secara terus menerus tentu saja akan menjadi suatu kebiasaan (habits). Begitu pula dalam menjemput peran terbaik sebagai khalifah di muka bumi. Konsistensi dan persistensi sangat diperlukan dalam kita menjemput peran terbaik, sehingga membuat kita lebih ringan menjalani aktivitas sehari-hari. Pepatah bijak mengatakan alah bisa karena biasa!
- Khusnudzon akan ketetapan Allah. Berprasangka baik akan ketetapan Allah akan membuat kita ikhlas dalam menghadapi ujian dan cobaan hidup. Dengan bersikap khusnudzon atas segala kejadian yang menimpa kita akan memberikan dampak positif, salah satunya membuat kita terhindar dari penyakit hati seperti iri dan dengki. Terutama saat melihat kehidupan orang lain lebih sukses dari kita. So, mulai dari sekarang, yuk berhenti membandingkan diri kita dengan orang lain ya :)
- Tawakal kepada Allah.
Pada akhirnya, perkara kita memilih ruang kontribusi ataupun peran apapun dalam hidup, itu hanyalah kendaraan kita meraih ridha-Nya. Peran-peran yang kita ambil dalam hidup, itu hanyalah alat bukan tujuan. Karena tujuan kita yang utama adalah beribadah kepada Allah SWT dan menjadi khalifah di muka bumi. Demikian, resep menjemput peran terbaik yang saya ramu dari talkshow kemarin. Semoga bermanfaat ya teman-teman. Yuk jangan lama-lama bersedih dan galaunya. Be the best version of you. Karena kamu berharga apapun perannya!
Komentar
Posting Komentar