Tekad Baja

Menuju detik-detik ujian nasional (UN), Nur tekun berlatih mengerjakan soal. Targetnya tak tanggung-tanggung, ia bertekad menjadi peraih nilai tertinggi UN di tingkat provinsi. Jiwa kompetitifnya memang sudah terpupuk sejak kecil. Keterbatasan akses dan fasilitas tidak lantas membuat dirinya kerdil dan nyalinya menjadi ciut. Bermodal laptop bekas dan modem yang dibelinya dari hasil jerih payah menang lomba, dimanfaatkan untuk berselancar di internet guna mencari kumpulan soal ujian dan informasi beasiswa S1. Buah dari ikhtiar dan kerja kerasnya mulai terlihat. Nur berhasil menjadi salah satu siswa yang berhak mendaftar SNMPTN jalur beasiswa bidikmisi.

“Alhamdulillah Pak, Nur dapat beasiswa bidikmisi. Jadi ndak perlu repot-repot mikirin biaya kuliah lagi.” Ucapnya pada Bapak.

“Beasiswa Bidikmisi itu apa Nur?” tanya Bapak.

“Itu beasiswa S1 full dari pemerintah, Pak. Jadi kita ndak perlu bayar uang kuliah, karena semua biaya sudah ditanggung pemerintah, dari mulai biaya pendidikan, biaya hidup dan pengembangan diri,” tuturnya.

“Alhamdulillah. Akhirnya cita-citamu untuk melanjutkan kuliah akan tercapai Nur.”

“Iya Pak. Mohon doanya agar Nur bisa lolos ke tahap selanjutnya yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Nur harus bersaing dengan pelajar SMA se-Indonesia, Pak. Seleksinya melalui nilai rapor.”

“Oalah, ternyata belum final ya Nur hasilnya. Masih harus ikut seleksi masuk di perguruan tinggi?’’

“Iya Pak. Alurnya seperti itu. Nur sedang mencari informasi terkait jurusan dan kampus mana yang memiliki passing grade sesuai dengan nilai yang Nur miliki. Tolong doain Nur ya Pak, supaya lulus di kampus impian Nur.”

“Iya Nur, pasti Bapak doakan yang terbaik untuk kamu.”

Hari demi hari, Nur menghabiskan waktu berkutat dengan soal-soal ujian dan berselancar mencari informasi tentang universitas yang ingin ditujunya. Kesulitan mengakses internet di rumahnya, tidak menghalangi tekadnya. Ia rela mengungsi ke perbatasan kampung hanya demi mendapat koneksi internet yang baik.  Bapak menjadi saksi perjuangan Nur, dan tak jarang juga menemani Nur ke perbatasan perkampungan agar lebih dekat dengan tower internet. Saat mendekati deadline pendaftaran SNMPTN, ia sampai bergadang bersama Bapak agar bisa mengakses laman Bidikmisi dan SNMPTN dengan lancar. Ia tak hanya punya keinginan yang kuat, tapi juga tekad baja. Nur tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang mungkin hanya datang satu kali dalam hidupnya.

#30DWCjilid41
#Day7
@fighter30dwc
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Microsoft Excel

Part 2 - Memaknai Arti Mengabdi

Sistem Komputer