Awal yang Tak Mudah

Hari yang ditunggu pun tiba, yakni pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Sejak dua hari yang lalu Nur tak bisa tidur karena gelisah. Ia pun tak bergairah memasukan makanan ke mulutnya. Bukan tanpa alasan. Hari ini adalah hari yang amat bersejarah dalam hidup Nur. Ibarat pertarungan, hari inilah yang menentukan kalah atau menangnya. Ia terlanjur bertekad, bagaimanapun caranya ia harus melanjutkan kuliah. Tekadnya sudah bulat. Ingin menjadi sarjana pertama di kampungnya.

Hari ini bukan hanya sekadar pertarungan, tetapi juga pembuktian. Pembuktian ke bibi, tetangga, dan teman-temannya bahwa pendidikan adalah hak semua orang. Cibiran orang-orang kampung akan dirinya tak pernah dihiraukan. Ia tak peduli omongan orang. Ia hanya ingin menghidupkan mimpinya dan terpenting baginya adalah dukungan Ibu dan Bapaknya. Nur ingin membuktikan bahwa kuliah bukan hanya hak anak-anak perkotaan, tetapi juga hak anak kampung sepertinya. Jika berhasil, ini tak hanya menjadi keberhasilan Nur seorang diri. Tetapi juga keberhasilan anak-anak lain di kampungnya. Ia akan menjadi pemula, pembuka pintu-pintu sukses lainnya.

Sejak pagi buta Nur ditemani Bapaknya sudah tiba di perbatasan kampung. Hanya disini tempat terbaik untuk dapat mengakses internet dengan lancar. Selain berusaha, beberapa bulan ini Nur tak henti-hentinya berdoa agar mendapat hasil yang diinginkan. Perlahan Nur mengakses laman pengumuman SNMPTN. Detak jantung Nur berdegup dengan kencang ketika laman SNMPTN terbuka. Ia masukkan username dan password akunnya. Tak lama kemudian, ia berhasil mengakses laman dan tertulis:

Nurshafa Kafiyah Hasbi

Selamat, Anda diterima di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

#30DWCjilid41
#Day8
@fighter30dwc

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Microsoft Excel

Part 2 - Memaknai Arti Mengabdi

Sistem Komputer