Perjalanan Hidup (Part 1)



Time flies so fast.. Flashback pertama kali menginjakkan kaki di kota metropolitan Jakarta. Pernah kerja serabutan & projekan, pernah juga kerja di salah satu BUMN sebagai pegawai kontrak selama 1 tahun. Ikut gernas #1000startupdigital kemudian iseng membangun startup yang alhamdulillah telah banyak memberikan pengalaman dan mengajarkanku makna berjuang. Ketemu banyak orang dengan berbagai macam karakter. Belajar banyak hal seperti, design thinking, digital marketing, seni melobi dan bernegosiasi serta lebih banyak lagi. Terima kasih untuk semuanya ya rabb. Ups and downs yang membentuk aku menjadi seperti sekarang. Memang sudah sepatutnya kita bersyukur dalam keadaan apapun. Perjuangan ini memang tak mudah. Hujan dan badai kehidupan tak kan berhenti menghampiri. Namun percayalah, bahwa akan akan ada pelangi setelahnya.

Sampai detik ini, tak jarang saya mendapatkan pesan dari teman lama yang sudah jarang bertemu. Baik itu pesan berupa doa, ucapan selamat, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya ketika mengetahui saya hijrah (bekerja) di Jakarta. Apapun itu bentuk perhatiannya, saya syukuri ternyata masih banyak yang peduli dengan saya. Ada pula yang berbasa-basi: "Hesih enak ya masih muda udah lulus jd PNS. Hes, mau juga donk bisa kerja di Jakarta kayak kamu. Kayaknya enak ya." Atau kalimat kepo lainnya seperti: "Hes, kok bisa kerja di kementerian? Pake jalur orang dalam ya?" Ada juga yang bilang begini walau mungkin niat bercanda. Kalimat-kalimat yang kadang membuat saya tersenyum mendengarnya.

Yang nampak indah di depan mata, mungkin ada pengorbanan, airmata, keringat dan air mata. Manusia memang pandai sekali menilai kehidupan orang lain. Padahal dibalik yang tampak indah dan sempurna itu; ada jatuh, tersungkur dan kekurangan. Cerita akhir bulan dengan makan dirapel siang & malam, kantong yang menipis bahkan kering, berpikir panjang bseok masih bisa makan apa enggak, uang kosan yang khawatir engga bisa bayar, dan sebagainya. Cerita survive di kota metropolitan yang tidak banyak orang tahu, kecuali manusia-manusia di foto ini.







Mereka yang menjadi saksi aku terjatuh, tersungkur kemudian belajar bangkit lagi. Terima kasih sahabat telah membersamai setiap ups dan downs berjuang di kota ini. Kondisi saat ini bukan berarti sudah sempurna banget ya. Enggak bilang gitu lho.Tulisan ini hanya refleksi rasa syukur saja atas apa yang sudah saya lewati. Hakikatnya sampai detik ini masih terus belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik. Mohon doa dari teman-teman agar kita semua selalu disehatkan, diberikan kekuatan, dan dapat mengupayakan serta memperoleh yg terbaik. Amin yang paling kenceng. Semoga doa baik ini berbalik ke teman-teman semua yang mengaminkan.






.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggunakan Microsoft Excel

Part 2 - Memaknai Arti Mengabdi

Sistem Komputer